ADAKAH YANG TELAH DICAPAI HT SAAT INI?

Aktivitas HT adalah pemikiran dan politik, maka tak jarang ada sebagian masyarakat yang menilai bahwa hasil kerja HT itu tidak nyata, tidak real. Terkesan HT hanya omdo (omong doang). Tidak ada hasilnya apa-apa. Tidak ada bangunan fisik sedikit pun yang dibangun oleh HT. Tidak ada sekolah, masjid, rumah sakit, panti asuhan, pondok pesantren, unit usaha, jalan raya, dan aspek-aspek fisik lain yang dibangun atau dimiliki HT. HT bisanya hanya demo, seminar, konferensi, diskusi dan lain sebagainya.
Terdapat banyak kritikan dan tak jarang berupa hujatan kepada HT, meskipun tak sedikit yang menaruh simpati dan berharap besar pada HT. Tentu saja sikap seseorang sangat dipengaruhi oleh pemikiran, pemahaman, kepentingan dan latar belakang masing-masing orang. Kita tak menyalahkan sikap dan respon seseorang terhadap HT, karena semua respon itu marupakan sesuatu yang alamiah. Dalam aktivitasnya, HT juga tidak terlalu peduli dengan segala respon negatif masyarakat, karena HT sudah memprediksi sebelumnya. HT hanya akan fokus pada kerja pemikiran dan politiknya, dengan terus menerus memahamkan masyarakat dan tokoh-tokohnya, tanpa kenal lelah, serta selalu mengharap pertolongan Allah.
Setelah HT beraktivitas lebih dari 60 tahun dalam domain pemikiran dan politik, adakah sesuatu yang telah dicapai oleh HT hingga saat ini?
Tulisan ini akan membahas secara singkat permasalahan di atas. Tulisan ini bukan bermaksud ingin memamerkan hasil yang telah dicapai HT, karena tidak ada kerja dari siapapun yang layak
dipamerkan, sebab semua hasil itu adalah anugrah Allah SWT. Tulisan ini juga tidak bermaksud mendebat siapa saja yang menuduh HT hanya omdo, sebab argumentasi apapun tidak akan pernah diterima oleh siapapun yang hatinya telah diisi oleh kebencian dan permusuhan. Tulisan ini hanya dimaksudkan untuk memberikan sedikit gambaran tentang perjalanan panjang dalam proses transformasi masyarakat dari masyarakat yang diatur oleh hawa nafsu menuju masyarakat yang diatur dengan syariah Allah dalam naungan Khilafah Islamiyah.
*****
Sejak awal berdiri, HT telah merumuskan gerakannya sebagai gerakan pemikiran dan politik. Karena itu, kerja dan aktivitas HT selalu berada dalam wilayah pemikiran dan politik. Aktivitas HT dalam wilayah pemikiran adalah mengoreksi pemikiran keliru yang bertentangan dengan Islam, dan meluruskannya agar sesuai dengan Islam. Aspek pemikiran ini mencakup pemikiran dalam wilayah akidah, hukum-hukum syariah, aspek politik, ekonomi, dan lain sebagainya. Siapapun yang mengikuti perjalanan HT, pasti akan menemukan bahwa HT selalu konsisten menyerang pemikiran kapitalisme, sosialisme, demokrasi, nasionalisme dan segala pemikiran yang bertentangan dengan Islam. Sementara aktivitas HT dalam wilayah politik adalah mengoreksi segala kebijakan dan pelayanan yang dilakukan oleh para penguasa yang bertentangan dengan Islam dan mengabaikan hak-hak rakyat, lalu HT akan melakukan berbagai aktivitas agar segala sesuatu berjalan sesuai dengan Islam.
Oleh karena itu, secara alamiah, hasil yang dicapai HT merupakan sesuatu yang tidak berupa hasil fisik yang dapat diindra. Jika hasil HT adalah benda-benda fisik, justru konsistensi dan rumusan HT layak dipertanyakan.
Lalu, apa saja hasil kerja HT selama ini?
Sebagai gerakan pemikiran HT telah merumuskan berbagai pemikiran tentang kehidupan yang digali dari sumber-sumber Islam, yaitu al qur’an dan hadits atau yang ditunjukkan oleh keduanya. Pemikiran itu terbentang dalam spektrum yang sangat luas, mulai dari akidah, syariah, ushul fiqih, ilmu tafsir, politik, sistem pemerintahan, ekonomi, pendidikan, hukum, keluarga, dan lain sebagainya. Pemikiran-pemikiran itu telah dihimpun dalam puluhan kitab dan ratusan ribu artikel sesuai dengan dinamika di masyarakat. Buku dan ratusan artikel itu dapat diakses dengan gratis oleh masyarakat. Dengan berbagai rumusan pemikiran ini, tampak sangat jelas peta kehidupan dan berbagai fenomena sosial dan politik dalam sistem kehidupan ini. Siapa saja yang telah mengkaji pemikiran HT, dia akan dengan mudah menilai suatu pemikiran dan kebijakan, apakah sesuai dengan Islam atau bertentangan dengan Islam.
Berikutnya, sebagai gerakan pemikiran HT telah berusaha dengan sekuat tenaga memahamkan masyarakat dengan berbagai pemikiran yang telah dirumuskannya. Saat ini, mungkin telah beratus-ratus juta atau bahkan bermilyar-milyar orang telah berdiskusi dan bersinggungan dengan gagasan HT. Berbagai tokoh telah berdiskusi dengan HT, baik yang skala internasional, nasional, atauapun lokal. HT telah mengajak diskusi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ulama, jendral, presiden, raja, perdana menteri, pejabat, akademisi, pengusaha, tokoh-tokoh masyarakat, petani, nelayan, pekerja dan lain sebagainya.
Dari berbagai kontak dan aktivitas HT, tentu ada jutaan yang menerima dan menjadi bagian dari HT. Ada juga yang hanya simpati dan mendukung HT, tetapi tidak terlibat dalam HT, dan juga pasti ada berjuta-juta lainnya yang menolak dan memusuhi HT.
Diantara hasil dakwah HT yang dapat dilihat adalah sebagai berikut: Saat ini, telah berjuta-juta orang yang tadinya tidak memahami dan tak peduli syariah, namun sekarang telah memahami dan berjuang untuk tegaknya syariah. Dulu, berjuta-juta orang yang sebelumnya memakan dan bergulat dengan riba, tetapi kini telah meninggalkan riba yang diharamkan Allah. Dulu, terdapat jutaan muslimah yang tidak peduli dengan aurat, tetapi kini telah menutup auratnya dengan sempurna. Dulu, berjuta-juta orang tak berdakwah atau meremehkan dakwah Islam, tetapi kini jutaan dari mereka telah menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya.
Dulu, berjuta-juta orang mabuk kepayang dengan demokrasi, tetapi kini mereka telah menyadari kesesatan dan kejahatan demokrasi. Dulu, berjuta-juta orang ridlo berada dalam ashobiyahnya nasionalisme, tetapi kini mereka tidak lagi mau dikungkung oleh ashobiyahnya nasionalisme. Dulu, berjuta-juta orang memuji Adam Smith, David Ricardo, Karl Marx dan lain sebagainya, serta tak mengenal Muhammad SAW, tetapi kini mereka hanya menjadi Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan privat, bermasyarakat atau berbegara. Dulu, berjuta-juta orang tak paham Khilafah, bahkan membenci Khilafah, tetapi kini jutaan dari mereka begitu merindukan Khilafah dan bekerja tak kenal lelah untuk mewujudkannya kembali. Dulu, berjuta-juta orang Islam merasa tak bersalah dalam perpecahan dan permusuhan, kini jutaan dari mereka begitu merindukan persatuan dan bekerja tanpa kenal lelah untuk mewujudkannya.
Dulu, berjuta-juta orang tak peduli halal dan haram, tetapi kini mereka sangat perhatian dengan halal dan haram. Lalu, mereka berusaha sekuat tenaga meninggalkan yang diharamkan Allah. Dulu, berjuta-juta orang tak peduli surga dan neraka, tetapi kini mereka megitu merindukan surga dan berusaha sekuat tenaga agar masuk kedalamnya.
Apakah kerja seperti ini hanya omdo? Jika seperti ini omdo, lalu apa yang kita katakan kepada Rasulullah yang berdakwah bertahun-tahun di Makkah?
*****
Atas ijin Allah, saat ini, HT telah tersebar ke semua benua dan hampir seluruh negara di dunia. Di Indonesia sendiri, HT telah menyebar di seluruh provinsi dan hampir di semua kota di Indonesia.
Dulu, saat kita bertanya seratus orang secara acak tentang Khilafah, meungkin tidak ada satu pun yang tahu Khilafah. Tetapi saat ini, saat kita tanya seratus orang, mungkin lebih dari 75% mereka tahu Khilafah, meskipun belum tentu paham dan setuju Khilafah. Pengetahuan masyarakat umum tentang syariah dan Khilafah, tentu saja itu adalah capaian tersendiri dalam kerja politik HT.
Mungkin ada yang mengatakan, HT tidak perlu bangga dulu karena mayoritas masyarakat masih menolak ide syariah dan Khilafah. Tentu saja, HT memang tidak pernah membanggakan, namun HT selalu bersyukur atas apa yang diberikan Allah. Masalah mayoritas masyarakat menerima atau menolak HT, itu perlu diteliti terlebih dahulu. Kita tidak bisa mengatakan itu benar atau salah. Namun yang jelas, dukungan terhadap gagasan syariah dan Khilafah meningkat dari hari ke hari. Dahulu, Khilafah masih kalah populer dibanding Khafifah, tetapi kini certitanya sudah lain, meskipun Khafifah terpilih jadi menteri.
Dahulu, tidak terbayang mengadakan seminar yang dihadiri 500 orang, tetapi kini seminar dengan peserta puluhan dan ratusan ribu orang sudah biasa. Dulu, tak terbayang bahwa HT berdiskusi dengan jendral, tetapi kini hal itu merupakan hal biasa. Dulu, menyampaikan gagasan ke dosen itu teramat sulit, tetapi sekarang justru banyak dosen yang menyerukan syariah dan Khilafah.
Jika dahulu kritik HT kepada penguasa hanya terbatas pada kebijakan tertentu, tetapi kini hampir tidak ada kebijakan yang melanggar syariah dan menyengsarakan rakyat kecuali pasti dikritik dengan sangat keras oleh HT lewat kerja politiknya. Misalnya saat ini, entah berapa ratus kali HT di Indonesia turun ke jalan untuk memprotes kenaikan harga BBM. Entah berapa ratus utusan telah diutus untuk menemuai anggota dewan, eksekutif, dan para pejabat lain di berbagai level dalam masalah kenaikan BBM ini saja. Memang dari aspek hasil, kita belum tahu hasilnya, tetapi kerja politik itu terus berjalan dengan eskalasi yang semakin meningkat.
Sungguh aspek politik HT semakin dipertimbangkan oleh para pejabat dan politisi di seluruh dunia. Tentu saja, sikap berbagai pemerintahan di seluruh dunia sangat beragam. Ada yang khawatir luar biasa, kemudian melarang HT dan menangkapi para aktivisnya. Hal ini seperti terjadi di Rusia, Tajikistan, Uzbekistan dan lain sebagainya. Ada yang sangat geram dengan HT, tetapi tidak bisa melarang karena terhalang undang-undang negara tersebut. Hal ini seperti Inggris, Amerika, Australia dan lain-lain. Ada yang sejak awal tidak mentoleransi apapun yang berhubungan dengan HT, seperti Arab Saudi, Uni Emirat, dan lain-lain. Ada yang membiarkan HT, karena pemerintahan negara disibukkan oleh problem internalnya. Hal ini seperti Indonesia, Sudan, dan lain-lain.
Dengan mengikuti fenomena politik dunia, peran HT memang semakin menonjol, meskipun berita-berita tentang HT selalu diboikot.
Apakah semua fenomena ini menunjukkan bahwa HT hanya omong doang?
*****
Terus terang, harus diakui, bahwa hasil kerja pemikiran dan politik itu memang tidak dapat dilihat secara langsung. Tidak seperti bangunan ruma sakit, jalan raya, masjid, sekolahan, panti asuhan dan lain sebagainya.
Banyak yang menghujat HT dan membanggakan hasil kerja terindra yang telah dihasilkannya. Misalnya sekolahan, pondok, rumah sakit, lembaga ekonomi dan lain-lain. Dalam hal ini, HT mengambil sikap diam dan tidak merespon.
Terus terang, secara organisasi, HT memang tidak akan mengobati orang sakit. Bagi HT, biarlah orang sakit dirawat di RS dan diobati oleh dokter. HT akan bekerja untuk mengkritik layanan RS jika layanannya kapitalistik dan mengabaikan hak-hak masyarakat. HT memang tidak akan mengajari matematika ke siswa-siswa. Bagi HT, biarlah para siswa diajari di sekolah oleh guru-guru. HT hanya akan mengkritik dan meluruskan jika pelayanan pendidikan menjadi kapitalistik dan mengabaikan hak-hak umat. HT memang tidak akan membangun jalan raya. Bagi HT, biarlah itu jadi tanggung jawab kementrian PU. HT akan mengkritik mereka dan meluruskan mereka jika kebijakan yang mereka ambil dzalim dan merugikan kepentingan umat.
HT paham betul kapastiasnya sebagai organisasi politik dan pemikiran, sehingga HT akan bekerja dalam kapasitasnya.
Bagi HT, bentuk pemerintahan dan negara itu sangat bergantung pada pemahaman masyarakat. Karena itu, HT berjuang sekuat tenaga dan terus menrus untuk memahamkan masyarakat tentang Islam dan berbagai sistemnya. Masyarakat yang tak memahami syariah, pasti akan menolak pemberlakuan syariah dan Khilafah. Sebaliknya, jika masyarakat memahami urgensi Khilafah, pasti mereka akan menolak demokrasi dan menginginkan Khilafah.
Memahamkan masyarakat dan kontak kepada tokoh-tokohnya inilah yang terus menerus dilakukan oleh HT. Dengan kerja ini, diyakini bahwa suatu saat masyarakat akan memahami pentingnya syariah dan Khilafah serta betapa jahatnya demokrasi dan kapitalisme. Jika masyarakat dan tokoh-tokohnya memahami hal ini, secara alamiah akan terjadi perubahan di masyarakat.
Saat ini, masyarakat memang sudah mulai memahami pentingnya syariah dan Khilafah, serta jahatnya demokrasi dan kapitalisme, tetapi belum sampai pada suatu level dimana perubahan sistem pemerintahan terjadi. Dengan kerja yang ikhlas dan istiqomah, bisa jadi itu terjadi pada waktu yang sangat dekat.
Kapan itu? Hanya Allah yang tahu. Manusia hanya mengusahakan sesuai dengan kapasitasnya. Yang jelas, HT akan terus berjuang dengan metode yang dicontohkan Rasulullah, meskipun di sana ada banyak orang yang mencemooh HT hanya omdo....
Wallahu a’lam.

Penulis Asli :
Choirul Anam, MSi
https://www.facebook.com/choirul.anam.94617

Reply to this post

Poskan Komentar